Minggu, 18 Oktober 2009

Kami sulit menahan pandangan mata
ketika melihat kalian,
apalagi jika kalian diamanahkan ALLAH
kecantikan dan postur yang ideal, kami semakin susah untuk menolak agar tidak
melihat kalian, karena itu lebarkanlah
pakaian kalian, dan tutupilah rambut
hingga ke dada kalian dengan
Kami sulit menahan pandangan mata
ketika melihat kalian,
apalagi jika kalian diamanahkan ALLAH
kecantikan dan postur yang ideal, kami semakin susah untuk menolak agar tidak
melihat kalian, karena itu lebarkanlah
pakaian kalian, dan tutupilah rambut
hingga ke dada kalian dengan
kerudung yang membentang.
Kami juga sulit menahan pendengaran
kami ketika berbicara dengan kalian,
apalagi jika kalian diamanahkan
oleh ALLAH suara yang merdu dengan Continue reading ‘Maka Berhijablah’
Diam Kami Bukan Tanpa ArtiPublished June 29, 2008 Halaman Syair 3 Comments Tags: , ,
maka aku pun terhening
aku tak mampu berteriak, tak mampu pula tuk mencaci
karena kita berdiri di pinggir jurang yang sama. Dasar yang gelap, tajam, dan terjal menanti tubuh dan semangat kita
aku tahu, dan kau pun tahu, teriakan itu tak mengubah apapun
derap langkahmu tak mampu menggoyang Bumi sedikitpun
kita kan selalu berusaha menjaga nyala lentera, tapi kau pun harus paham, dimana ada terang, disitulah ada gelap
engkau menyalakan pelita, dan bayangan kan jadi teman setia
ingatlah, kami diam, tak berarti kami tak peduli
peluh dan cita kami pun menetes dalam tiap jejak keterasingan
di antara kalian yang berteriak lantang, kami berjuang
sebab kami tahu, jalan kembali bagi negeri kita, tidak terletak pada jalan tempat kalian meneriakkan tuntutan nurani
jalan kembali bagi negeri kita, tidak terletak pada aspal tempat kalian membakar ban
(…saya berpikir, dengan apa yang dilakukan oleh sebagian sodara-sodara kita yang berdemo akhir-akhir ini. Terutama para mahasiswa yang melakukan perusakan-perusakan waktu berdemo. Humh….capekk… )

kerudung yang membentang.
Kami juga sulit menahan pendengaran
kami ketika berbicara dengan kalian,
apalagi jika kalian diamanahkan
oleh ALLAH suara yang merdu dengan Continue reading ‘Maka Berhijablah’
Diam Kami Bukan Tanpa ArtiPublished June 29, 2008 Halaman Syair 3 Comments Tags: , ,
maka aku pun terhening
aku tak mampu berteriak, tak mampu pula tuk mencaci
karena kita berdiri di pinggir jurang yang sama. Dasar yang gelap, tajam, dan terjal menanti tubuh dan semangat kita
aku tahu, dan kau pun tahu, teriakan itu tak mengubah apapun
derap langkahmu tak mampu menggoyang Bumi sedikitpun
kita kan selalu berusaha menjaga nyala lentera, tapi kau pun harus paham, dimana ada terang, disitulah ada gelap
engkau menyalakan pelita, dan bayangan kan jadi teman setia
ingatlah, kami diam, tak berarti kami tak peduli
peluh dan cita kami pun menetes dalam tiap jejak keterasingan
di antara kalian yang berteriak lantang, kami berjuang
sebab kami tahu, jalan kembali bagi negeri kita, tidak terletak pada jalan tempat kalian meneriakkan tuntutan nurani
jalan kembali bagi negeri kita, tidak terletak pada aspal tempat kalian membakar ban
(…saya berpikir, dengan apa yang dilakukan oleh sebagian sodara-sodara kita yang berdemo akhir-akhir ini. Terutama para mahasiswa yang melakukan perusakan-perusakan waktu berdemo. Humh….capekk… )

Kami sulit menahan pandangan mata
ketika melihat kalian,
apalagi jika kalian diamanahkan ALLAH
kecantikan dan postur yang ideal, kami semakin susah untuk menolak agar tidak
melihat kalian, karena itu lebarkanlah
pakaian kalian, dan tutupilah rambut
hingga ke dada kalian dengan
kerudung yang membentang.
Kami juga sulit menahan pendengaran
kami ketika berbicara dengan kalian,
apalagi jika kalian diamanahkan
oleh ALLAH suara yang merdu dengan Continue reading ‘Maka Berhijablah’
Diam Kami Bukan Tanpa ArtiPublished June 29, 2008 Halaman Syair 3 Comments Tags: , ,
maka aku pun terhening
aku tak mampu berteriak, tak mampu pula tuk mencaci
karena kita berdiri di pinggir jurang yang sama. Dasar yang gelap, tajam, dan terjal menanti tubuh dan semangat kita
aku tahu, dan kau pun tahu, teriakan itu tak mengubah apapun
derap langkahmu tak mampu menggoyang Bumi sedikitpun
kita kan selalu berusaha menjaga nyala lentera, tapi kau pun harus paham, dimana ada terang, disitulah ada gelap
engkau menyalakan pelita, dan bayangan kan jadi teman setia
ingatlah, kami diam, tak berarti kami tak peduli
peluh dan cita kami pun menetes dalam tiap jejak keterasingan
di antara kalian yang berteriak lantang, kami berjuang
sebab kami tahu, jalan kembali bagi negeri kita, tidak terletak pada jalan tempat kalian meneriakkan tuntutan nurani
jalan kembali bagi negeri kita, tidak terletak pada aspal tempat kalian membakar ban
(…saya berpikir, dengan apa yang dilakukan oleh sebagian sodara-sodara kita yang berdemo akhir-akhir ini. Terutama para mahasiswa yang melakukan perusakan-perusakan waktu berdemo. Humh….capekk… )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar