Rabu, 16 Desember 2009
Pantun
Sisipkan daun hiasan tepinya
Banyak berdoa selepas sembahyang
Mohon diampun dosa di dunia
Sayang-sayang buah kepayang
Buah kepayang hendak dimakan
Manusia hanya boleh merancang
Kuasa Allah menentukan
Anak ayam turunnya lima
Mati seekor tinggal empat
Kita hidup mesti beragama
Supaya hidup tidaklah sesat
puisi Kahli Gibran
WAKTU
| ||
| Dan jika engkau bertanya, bagaimanakah tentang Waktu?….
Namun keabadian di dalam dirimu adalah kesadaran akan kehidupan nan abadi,
Dan bukanlah sang waktu sebagaimana cinta, tiada terbagi dan tiada kenal ruang?Tapi jika di dalam pikiranmu haru mengukur waktu ke dalam musim, biarkanlah tiap musim merangkum semua musim yang lain,Dan biarkanlah hari ini memeluk masa silam dengan kenangan dan masa depan dengan kerinduan. | ||
Sabtu, 14 November 2009
SEPULUH LANGKAH MENYAMBUT RAMADHAN

1. Berdoalah agar Allah swt. memberikan kesempatan kepada kita untuk bertemu dengan bulan Ramadan dalam keadaan sehat wal afiat. Dengan keadaan sehat, kita bisa melaksanakan ibadah secara maksimal di bulan itu, baik puasa, shalat, tilawah, dan dzikir. Dari Anas bin Malik r.a. berkata, bahwa Rasulullah saw. apabila masuk bulan Rajab selalu berdoa, ”Allahuma bariklana fii rajab wa sya’ban, wa balighna ramadan.” Artinya, ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban; dan sampaikan kami ke bulan Ramadan. (HR. Ahmad dan Tabrani)
Para salafush-shalih selalu memohon kepada Allah agar diberikan karunia bulan Ramadan; dan berdoa agar Allah menerima amal mereka. Bila telah masuk awal Ramadhan, mereka berdoa kepada Allah, ”Allahu akbar, allahuma ahillahu alaina bil amni wal iman was salamah wal islam wat taufik lima tuhibbuhu wa tardha.” Artinya, ya Allah, karuniakan kepada kami pada bulan ini keamanan, keimanan, keselamatan, dan keislaman; dan berikan kepada kami taufik agar mampu melakukan amalan yang engkau cintai dan ridhai.
2. Bersyukurlah dan puji Allah atas karunia Ramadan yang kembali diberikan kepada kita. Al-Imam Nawawi dalam kitab Adzkar-nya berkata, ”Dianjurkan bagi setiap orang yang mendapatkan kebaikan dan diangkat dari dirinya keburukan untuk bersujud kepada Allah sebagai tanda syukur; dan memuji Allah dengan pujian yang sesuai dengan keagungannya.” Dan di antara nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada seorang hamba adalah ketika dia diberikan kemampuan untuk melakukan ibadah dan ketaatan. Maka, ketika Ramadan telah tiba dan kita dalam kondisi sehat wal afiat, kita harus bersyukur dengan memuji Allah sebagai bentuk syukur.
3. Bergembiralah dengan kedatangan bulan Ramadan. Rasulullah saw. selalu memberikan kabar gembira kepada para shahabat setiap kali datang bulan Ramadan, “Telah datang kepada kalian bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan kepada kalian untuk berpuasa. Pada bulan itu Allah membuka pintu-pintu surga dan menutup pintu-pintu neraka.” (HR. Ahmad).
Salafush-shalih sangat memperhatikan bulan Ramadan. Mereka sangat gembira dengan kedatangannya. Tidak ada kegembiraan yang paling besar selain kedatangan bulan Ramadan karena bulan itu bulan penuh kebaikan dan turunnya rahmat.
4. Rancanglah agenda kegiatan untuk mendapatkan manfaat sebesar mungkin dari bulan Ramadan. Ramadhan sangat singkat. Karena itu, isi setiap detiknya dengan amalan yang berharga, yang bisa membersihkan diri, dan mendekatkan diri kepada Allah.
5. Bertekadlah mengisi waktu-waktu Ramadan dengan ketaatan. Barangsiapa jujur kepada Allah, maka Allah akan membantunya dalam melaksanakan agenda-agendanya dan memudahnya melaksanakan aktifitas-aktifitas kebaikan. “Tetapi jikalau mereka benar terhadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka.” [Q.S. Muhamad (47): 21]
6. Pelajarilah hukum-hukum semua amalan ibadah di bulan Ramadan. Wajib bagi setiap mukmin beribadah dengan dilandasi ilmu. Kita wajib mengetahui ilmu dan hukum berpuasa sebelum Ramadan datang agar puasa kita benar dan diterima oleh Allah. “Tanyakanlah kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui,” begitu kata Allah di Al-Qur’an surah Al-Anbiyaa’ ayat 7.
7. Sambut Ramadan dengan tekad meninggalkan dosa dan kebiasaan buruk. Bertaubatlah secara benar dari segala dosa dan kesalahan. Ramadan adalah bulan taubat. “Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung.” [Q.S. An-Nur (24): 31]
8. Siapkan jiwa dan ruhiyah kita dengan bacaan yang mendukung proses tadzkiyatun-nafs. Hadiri majelis ilmu yang membahas tentang keutamaan, hukum, dan hikmah puasa. Sehingga secara mental kita siap untuk melaksanakan ketaatan pada bulan Ramadan.
9. Siapkan diri untuk berdakwah di bulan Ramadhan dengan:
· buat catatan kecil untuk kultum tarawih serta ba’da sholat subuh dan zhuhur.
· membagikan buku saku atau selebaran yang berisi nasihat dan keutamaan puasa.
10. Sambutlah Ramadan dengan membuka lembaran baru yang bersih. Kepada Allah, dengan taubatan nashuha. Kepada Rasulullah saw., dengan melanjutkan risalah dakwahnya dan menjalankan sunnah-sunnahnya. Kepada orang tua, istri-anak, dan karib kerabat, dengan mempererat hubungan silaturrahmi. Kepada masyarakat, dengan menjadi orang yang paling bermanfaat bagi mereka. Sebab, manusia yang paling baik adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.
(Disadur dari artikel kiriman seorang sahabat)
PASAR TERAPUNG MUARA KUIN

Dengan menyaksikan panoramanya, wisatawan seakan-akan sedang tamasya. Jukung-jukung dengan sarat muatan barang dagangan sayur mayur, buah-buahan, segala jenis ikan dan berbagai kebutuhan rumah tangga tersedia di pasar terapung. Ketika matahari mulai muncul berangsur-angsur pasar pun mulai menyepi, sang pedagang pun mulai beranjak meninggalkan pasar terapung membawa hasil yang diperoleh dengan kepuasan.
Suasana pasar terapung yang unik dan khas adalah berdesak-desakan antara perahu besar dan kecil saling mencari pembeli dan penjual yang selalu berseliweran kian kemari dan selalu oleng dimainkan gelombang sungai Barito. Pasar terapung tidak memiliki organisasi seperti pada pasar di daratan, sehingga tidak tercatat berapa jumlah pedagang dan pengunjung atau pembagian pedagang bersarkan barang dagangan.

Para pedagang wanita yang berperahu menjual hasil produksinya sendiri atau tetangganya disebut dukuh, sedangkan tangan kedua yang membeli dari para dukuh untuk dijual kembali disebut panyambangan. Keistemewaan pasar ini adalah masih sering terjadi transaksi barter antar para pedagang berperahu, yang dalam bahasa Banjar disebut bapanduk, sesuatu yang unik dan langka.
Obyek wisata ini sering dianggap sebagai daya tarik yang fantastik, Banjarmasin bagaikan Venesia di Timur Dunia, karena keduanya memiliki potensi wisata sungai. Namun kedua kota berbeda alam dan latar belakang budayanya. Di Banjarmasin masih banyak ditemui di sepanjang sungai rumah-rumah terapung yang disebut rumah lanting, yang selalu oleng dimainkan gelombang.
Daerah Kuin merupakan tipe permukiman yang berada di sepanjang aliran sungai (waterfront village) yang memiliki beberapa daya tarik pariwisata, baik berupa wisata alam, wisata budaya maupun wisata budaya. Kehidupan masyarakatnya erat dengan kehidupan sungai seperti pasar terapung, perkampungan tepian sungai dengan arsitektur tradisionalnya. Hilir mudiknya aneka perahu tradisional dengan beraneka muatan merupakan atraksi yang menarik bagi wisatawan, bahkan diharapkan dapat dikembangkan menjadi desa wisata sehingga dapat menjadi pembentuk citra dalam promosi kepariwisataan Kalimantan Selatan. Masih di kawasan yang sama wisatawan dapat pula mengunjungi Masjid Sultan Suriansyah dan Komplek Makam Sultan Suriansyah, pulau Kembang, pulau Kaget dan pulau Bakut. Di Kuin juga terdapat kerajinan ukiran untuk ornamen rumah Banjar.
BUNGA ANGGREK
Secara alami anggrek (Famili Orchidaceae) hidup epifit pada pohon dan ranting-ranting tanaman lain, namun dalam pertumbuhannya anggrek dapat ditumbuhkan dalam pot yang diisi media tertentu. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman, seperti faktor lingkungan, antara lain sinar matahari, kelembaban dan temperatur serta pemeliharaan seperti : pemupukan, penyiraman serta pengendalian OPT.
Pada umumnya anggrek-anggrek yang dibudidayakan memerlukan temperatur 28 + 2° C dengan temperatur minimum 15° C. Anggrek tanah pada umumnya lebih tahan panas dari pada anggrek pot. Tetapi temperatur yang tinggi dapat menyebabkan dehidrasi yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman.
Kelembaban nisbi (RH) yang diperlukan untuk anggrek berkisar antara 60–85%. Fungsi kelembaban yang tinggi bagi tanaman antara lain untuk menghindari penguapan yang terlalu tinggi. Pada malam hari kelembaban dijaga agar tidak terlalu tinggi, karena dapat mengakibatkan busuk akar pada tunas-tunas muda. Oleh karena itu diusahakan agar media dalam pot jangan terlampau basah. Sedangkan kelembaban yang sangat rendah pada siang hari dapat diatasi dengan cara pemberian semprotan kabut (mist) di sekitar tempat pertanaman dengan bantuan sprayer.
Berdasarakan pola pertumbuhannya, tanaman anggrek dibedakan menjadi dua tipe yaitu, simpodial dan monopodial. Anggrek tipe simpodial adalah anggrek yang tidak memiliki batang utama, bunga ke luar dari ujung batang dan berbunga kembali dari anak tanaman yang tumbuh. Kecuali pada anggrek jenis Dendrobium sp. yang dapat mengeluarkan tangkai bunga baru di sisi-sisi batangnya. Contoh dari anggrek tipe simpodial antara lain : Dendrobium sp., Cattleya sp., Oncidium sp. dan Cymbidium sp. Anggrek tipe simpodial pada umumnya bersifat epifit.
Anggrek tipe monopodial adalah anggrek yang dicirikan oleh titik tumbuh yang terdapat di ujung batang, pertumbuhannnya lurus ke atas pada satu batang. Bunga ke luar dari sisi batang di antara dua ketiak daun. Contoh anggrek tipe monopodial antara lain : Vanda sp., Arachnis sp., Renanthera sp., Phalaenopsis sp., dan Aranthera sp.
Sabtu, 07 November 2009
Kabupaten Jember, adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Ibukotanya adalah Jember. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Bondowoso di utara, Kabupaten Banyuwangi di timur, Samudra Hindia di selatan, serta Kabupaten Lumajang di barat. Kabupaten Jember terdiri atas 31 kecamatan.
Kota Jember dahulu merupakan kota administratif, namun sejak tahun 2001 istilah kota administratif dihapus, sehingga Kota Administratif Jember kembali menjadi bagian dari Kabupaten Jember. Jember merupakan pusat regional di kawasan timur tapal kuda, di kota ini terdapat perguruan tinggi negeri Universitas Jember. Hari Jadi Kabupaten Jember diperingati pada tanggal 01 Januari setiap tahunnya.
Minggu, 18 Oktober 2009
ketika melihat kalian,
apalagi jika kalian diamanahkan ALLAH
kecantikan dan postur yang ideal, kami semakin susah untuk menolak agar tidak
melihat kalian, karena itu lebarkanlah
pakaian kalian, dan tutupilah rambut
hingga ke dada kalian dengan
Kami sulit menahan pandangan mata
ketika melihat kalian,
apalagi jika kalian diamanahkan ALLAH
kecantikan dan postur yang ideal, kami semakin susah untuk menolak agar tidak
melihat kalian, karena itu lebarkanlah
pakaian kalian, dan tutupilah rambut
hingga ke dada kalian dengan
kerudung yang membentang.
Kami juga sulit menahan pendengaran
kami ketika berbicara dengan kalian,
apalagi jika kalian diamanahkan
oleh ALLAH suara yang merdu dengan Continue reading ‘Maka Berhijablah’
Diam Kami Bukan Tanpa ArtiPublished June 29, 2008 Halaman Syair 3 Comments Tags: demonstran, Halaman Syair, semangat
maka aku pun terhening
aku tak mampu berteriak, tak mampu pula tuk mencaci
karena kita berdiri di pinggir jurang yang sama. Dasar yang gelap, tajam, dan terjal menanti tubuh dan semangat kita
aku tahu, dan kau pun tahu, teriakan itu tak mengubah apapun
derap langkahmu tak mampu menggoyang Bumi sedikitpun
kita kan selalu berusaha menjaga nyala lentera, tapi kau pun harus paham, dimana ada terang, disitulah ada gelap
engkau menyalakan pelita, dan bayangan kan jadi teman setia
ingatlah, kami diam, tak berarti kami tak peduli
peluh dan cita kami pun menetes dalam tiap jejak keterasingan
di antara kalian yang berteriak lantang, kami berjuang
sebab kami tahu, jalan kembali bagi negeri kita, tidak terletak pada jalan tempat kalian meneriakkan tuntutan nurani
jalan kembali bagi negeri kita, tidak terletak pada aspal tempat kalian membakar ban
(…saya berpikir, dengan apa yang dilakukan oleh sebagian sodara-sodara kita yang berdemo akhir-akhir ini. Terutama para mahasiswa yang melakukan perusakan-perusakan waktu berdemo. Humh….capekk… )
kerudung yang membentang.
Kami juga sulit menahan pendengaran
kami ketika berbicara dengan kalian,
apalagi jika kalian diamanahkan
oleh ALLAH suara yang merdu dengan Continue reading ‘Maka Berhijablah’
Diam Kami Bukan Tanpa ArtiPublished June 29, 2008 Halaman Syair 3 Comments Tags: demonstran, Halaman Syair, semangat
maka aku pun terhening
aku tak mampu berteriak, tak mampu pula tuk mencaci
karena kita berdiri di pinggir jurang yang sama. Dasar yang gelap, tajam, dan terjal menanti tubuh dan semangat kita
aku tahu, dan kau pun tahu, teriakan itu tak mengubah apapun
derap langkahmu tak mampu menggoyang Bumi sedikitpun
kita kan selalu berusaha menjaga nyala lentera, tapi kau pun harus paham, dimana ada terang, disitulah ada gelap
engkau menyalakan pelita, dan bayangan kan jadi teman setia
ingatlah, kami diam, tak berarti kami tak peduli
peluh dan cita kami pun menetes dalam tiap jejak keterasingan
di antara kalian yang berteriak lantang, kami berjuang
sebab kami tahu, jalan kembali bagi negeri kita, tidak terletak pada jalan tempat kalian meneriakkan tuntutan nurani
jalan kembali bagi negeri kita, tidak terletak pada aspal tempat kalian membakar ban
(…saya berpikir, dengan apa yang dilakukan oleh sebagian sodara-sodara kita yang berdemo akhir-akhir ini. Terutama para mahasiswa yang melakukan perusakan-perusakan waktu berdemo. Humh….capekk… )
Kami sulit menahan pandangan mata
ketika melihat kalian,
apalagi jika kalian diamanahkan ALLAH
kecantikan dan postur yang ideal, kami semakin susah untuk menolak agar tidak
melihat kalian, karena itu lebarkanlah
pakaian kalian, dan tutupilah rambut
hingga ke dada kalian dengan
kerudung yang membentang.
Kami juga sulit menahan pendengaran
kami ketika berbicara dengan kalian,
apalagi jika kalian diamanahkan
oleh ALLAH suara yang merdu dengan Continue reading ‘Maka Berhijablah’
Diam Kami Bukan Tanpa ArtiPublished June 29, 2008 Halaman Syair 3 Comments Tags: demonstran, Halaman Syair, semangat
maka aku pun terhening
aku tak mampu berteriak, tak mampu pula tuk mencaci
karena kita berdiri di pinggir jurang yang sama. Dasar yang gelap, tajam, dan terjal menanti tubuh dan semangat kita
aku tahu, dan kau pun tahu, teriakan itu tak mengubah apapun
derap langkahmu tak mampu menggoyang Bumi sedikitpun
kita kan selalu berusaha menjaga nyala lentera, tapi kau pun harus paham, dimana ada terang, disitulah ada gelap
engkau menyalakan pelita, dan bayangan kan jadi teman setia
ingatlah, kami diam, tak berarti kami tak peduli
peluh dan cita kami pun menetes dalam tiap jejak keterasingan
di antara kalian yang berteriak lantang, kami berjuang
sebab kami tahu, jalan kembali bagi negeri kita, tidak terletak pada jalan tempat kalian meneriakkan tuntutan nurani
jalan kembali bagi negeri kita, tidak terletak pada aspal tempat kalian membakar ban
(…saya berpikir, dengan apa yang dilakukan oleh sebagian sodara-sodara kita yang berdemo akhir-akhir ini. Terutama para mahasiswa yang melakukan perusakan-perusakan waktu berdemo. Humh….capekk… )
Jumat, 09 Oktober 2009
RIWAYAT ISAAC NEWTON
Sir Isaac Newton, 4 Januari 1643 - 31 Maret 1727, merupakan seorang fisikawan, matematikawan, ahli astronomi dan juga ahli kimia yang berasal dari Inggris. Beliau merupakan pengikut aliran heliosentris dan ilmuwan yang sangat berpengaruh sepanjang sejarah, bahkan dikatakan sebagai bapak ilmu fisika modern.
Dengan berbagai hasil karya ilmiah yang dicapainya, Newton menulis sebuah buku Philosophiae Naturalis Principia Mathematica, di mana pada buku tersebut dideskripsikan mengenai teori gravitasi secara umum, berdasarkan hukum gerak yang ditemukannya, di mana benda akan tertarik ke bawah karena gaya gravitasi.
Bekerja sama dengan Gottfried Leibniz, Newton mengembangkan teori kalkulus. Newton merupakan orang pertama yang menjelaskan tentang teori gerak dan berperan penting dalam merumuskan gerakan melingkar dari hukum Kepler, di mana Newton memperluas hukum tersebut dengan beranggapan bahwa suatu orbit gerakan melingkar tidak harus selalu berbentuk lingkaran sempurna (seperti elipse, hiperbola dan parabola).
Newton menemukan spektrum warna ketika melakukan percobaan dengan melewati sinar putih pada sebuah prisma, dia juga percaya bahwa sinar merupakan kumpulan dari partikel-partikel. Newton juga mengembangkan hukum tentang pendinginan yang di dapatkan dari teori binomial, dan menemukan sebuah prinsip momentum dan angular momentum.
RANGE OF STORY AND FACTUAL GENRES
- Narrative
- News Story
- Exemplum
- Anecdote
- Recount
- Spoof
Factual Genres:
- Procedure
- Explanation
- Report
- Exposition
- Discussion
- Description
- Review
- News Item
- Commentary